Menteri Kebudayaan RI Resmikan Museum Situs Gua Harimau Padang Bindu, Bupati OKU Minta Ambil Alih Terminal Tive A Batu Kuning.
OKU//indonesia45.com – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Dr. Fadli Zon, M.Sc meresmikan Museum Situs Gua Harimau yang terletak di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten OKU, Provinsi Sumatera Selatan, Minggu (19/10/25).
Peresmian ini dihadiri Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah dan wakil Bupati OKU Ir H. Marjito Bachri, Gubernur Sumsel diwakili Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Pandji Tjahjanto, Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Dr. Restu Gunawan, Staf Khusus Menteri Bid Protokoler dan Rumah Tangga Rachmanda Primayuda, Dandim 0403/OKU Letkol Arh Yusuf Winarno, Kapolres OKU AKBP Endro Aribowo, para Kades se-Kecamatan Semidang Aji dan pejabat tamu undangan lainnya.
Rangkaian acara diawali dengan pembacaan doa yang pimpin oleh Kepala Kantor Kemenag Kabupaten OKU Dr. H. Muhammad Ali, dilanjutkan dengan pembacaan laporan dari Dirjen Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI Dr. Restu Gunawan. Kemudian acara dibuka dengan kata sambutan dari bupati OKU H. Tedy Meilwansyah.
Dalam penyampaiannya, Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah mengungkapkan jika wacana peresmian Museum Situs Gua Harimau Padang Bindu sudah lama dinantikan, bahkan sebelum Covid 19 melanda, Bupati OKU sudah beberapa kali melakukan kunjungan ke Kementerian di Jakarta pada saat Kementerian Kebudayaan masih tergabung di Kementerian Pendidikan.
“Alhamdulillah, hari ini di masa kepemimpinan bapak Fadil Zon selaku Kementerian Kebudayaan RI, Museum Situs Gua Harimau Padang Bindu di Resmikan. Dengan diresmikannya museum ini, akhirnya harapan dan keinginan masyarakat bisa terwujud. Bagi kami, situs ini bukan sekedar museum tapi merupakan kehormatan bagi masyarakat Kabupaten OKU,” ujar Bupati OKU.
Diungkapkan H. Teddy Meilwansyah, setelah diresmikan nantinya Museum Situs Gua Harimau bukan hanya sekedar tempat sarana rekreasi, namun akan menjadi tempat informasi, sharing budaya, dan tempat untuk mencari ilmu pengetahuan.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa akan sejarah asal usul nya. Dan disinilah nanti kita lihat, bahwa kita tau dari mana asal usul kita. Kita diajarkan untuk mengetahui bahwa kita bisa seperti ini adalah bagian dari sejarah. Tentunya kami juga berharap agar kedepannya museum ini bisa menjadi penggerak roda ekonomi bagi semua,” urai Bupati OKU.
Selain itu, didalam sambutannya, H. Teddy Meilwansyah juga menyampaikan harapannya kepada Kementerian Kebudayaan agar jalan menuju Gua Harimau yang berjarak sekitar 1 kilo meter lebih dari Museum Situs Gua Harimau bisa dilakukan pembangunan jalan setapak melalui anggaran APBN.
“Alangkah baiknya nanti seandainya bapak Kementerian berkenan agar kami dibantu juga akses jalan menuju Gua Harimau. Jalannya masih jalan setapak dan bukan jalan umum, jika hujan akan becek sulit untuk dilalui. Kami juga mohon bantuan untuk pengadaan koleksi supaya bisa lebih banyak dan lebih meriah lagi di Museum Situs Gua Harimau agar bisa menjadi tontonan bagi masyarakat OKU,” sebut H. Teddy Meilwansyah.
Pada kesempatan ini, Bupati OKU juga menyampaikan terkait salah satu aset milik Pemkab OKU, yakni terminal tive A yang sejak diambil alih oleh pemerintah pusat selama bertahun-tahun tidak terawat dan tidak difungsikan secara maksimal selama kurang lebih 10 tahun.
“Untuk itu kami mohon kepada pak Menteri alangkah baiknya jika terminal ini bisa kami gunakan sebagai taman budaya tempat berkumpulnya para budayawan, penggiat budaya, dan penggiat seni. Nantinya taman budaya ini bukan hanya untuk warga masyarakat OKU saja, melainkan untuk warga Kabupaten OKU Timur dan OKU Selatan juga bisa berkumpul ditempat ini jika nanti terminal tive A sudah kembali menjadi kewenangan kami,” harap Bupati OKU.
Sementara itu, Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan dalam sambutannya menyampaikan pidato kebudayaan dengan mengatakan, sejak 11 tahun berdirinya situs Gua Harimau dan telah sah diresmikan nya hari ini. Dikatakan Fadli Zon, Museum Gua Harimau merupakan suatu situs arkeologi yang sangat penting dan berharga yang mungkin masih menyimpan sejumlah misteri yang perlu diteliti lebih lanjut terkait peradaban yang pernah ada di Gua Harimau.
“Melalui situs Gua Harimau ini kita bisa melihat bahwa Indonesia Nusantara ini adalah negara yang sangat kaya budaya dan juga sangat tua. Kekayaan dan keberagamannya kita sebut sebagai mega diversity, sedangkan ketua’an nya itu sudah dibuktikan dengan penemuan-penemuan arkeologis yang ada, yang berumur sekitar 2 juta tahun dari umur planet bumi kita yang berumur 4 miliar tahun,” ucap Fadli Zon.
Terkait aset Pemkab OKU terminal tive A, Fadli Zon mengungkapkan, jika bisa diubah menjadi taman budaya maka akan bisa menjadi suatu ekosistem yang menyambung dalam rangka memanfaatkan dan menghidupkan ruang untuk menggerakkan ekonomi.
“Kita sangat mendukung sekali ide untuk pemanfaatan terminal tive A ini menjadi taman budaya. Mudah-mudahan nanti jika sudah menjadi taman budaya dan juga museum-museum provinsi/Kabupaten Kota kita punya dana alokasi khusus untuk kita anggarkan untuk kegiatan seni dan budaya. Nanti kita juga bisa meminta bantuan dana ke perusahaan-perusahaan BUMN, seperti perusahaan PT. Bukit Asam, nanti saya bisa bantu minta anggaran dana itu,” tandas Fadli Zon.






