Tanzil (kiri, baju biru) wartawan media the8news yang merasa menjadi korban pengancaman dari rekan satu profesinya, saat menceritakan kejadian yang dialaminya kepada rekan wartawan lainnya di kantor PWI Muratara.
Indonesia45.com // Muratara – Salah satu Wartawan Media online yang bertugas di Kabupaten Muratara diduga menjadi korban pengancaman dari salah satu Wartawan lainnya di Kabupaten setempat, Kamis (21/4/22).
Tindakan yang diduga mengandung unsur pengancaman serta mencerminkan kurangnya rasa solidaritas dan kekompakan tersebut disampaikan wartawan inisial P melalui grup WhatsApp Kominfo dan Pers Muratara, terkait pemberitaan Dinas Kominfo yang diposting korban dalam grup WhatsApp Kominfo dan Pers Muratara.
“Ceritanya berawal ketika saya menayangkan berita Dinas Kominfo dan mempostingnya di group WhatsApp ,”ujar Tanzil, wartawan Kabupaten Muratara dari media online the8news yang merasa menjadi korban pengancaman.
Disebutkan Tanzil, setelah berita tersebut ia posting, wartawan inisial P memberikan komentar yang seolah mengancam dirinya dengan mengatakan diujung kalimatnya “Jangan Suka Bikin Kacau, Kagek Kamu Dak Tahan”.
“Saya sangat menyayangkan komentar diujung kalimat yang dilontarkan oleh P, mengingat kami adalah rekan satu profesi sesama Wartawan. Padahal saya juga merasa tidak pernah merugikan dia ,”terang Tanzil.
Ditambah, sambung dia, saya selama ini merasa tidak ada urusan sama dia. Saya cuma menjalankan tugas jurnalis saya menulis berita, yang kebetulan berita saya tulis tersebut berita Dinas Kominfo. Tapi kenapa dia marah, apa dia merasa tergangu, atau saya mengambil dan mengurangi hak dia ,”tandas Tanzil.
(AWR).






